9 Oktober 2015

Mr Derry Gitakresna & Mrs. Astrid A. Damayanty

Fase Bertemu

Sering banget orang menanyakan gimana kami bertemu, kenalan dan sampai akhirnya jatuh cinta. Aku sangat senang menceritakan bagian ini karna Allah SWT benar-benar membuktikan doa yang selalu dipanjatkan, dimana untuk menjauhkan yang memang bukan jodoh dan mendekatkan orang yang memang jodoh. Saat bertemu di lapangan diklat medik, aku bener-bener ga kenal orang itu, yang  aku tahu dia sedang pacaran dengan teman aku di jurusan lain, dan saat itu aku juga punya pacar di diklat medik tersebut. Gak banyak cerita disini selain aku benar-benar membenci orang ini, karna sistem didikannya yang memberatkan untuk anak seperti saya yang gamau cape dan cenderung manja.
Diklat berlalu, kami putus dengan pacar masing-masing. Didekatkan dengan saling follow twitter (btw abang duluan yang follow aku, dan sering banget ngerumpiin tweet aku via dm kalo pas lagi berantem sm pacar terdahulu), kayak anak-anak gaul jaman itu, add pin bbm dan mulai sering chatting. Kami bertemu lagi ketika aku ada job dari Pemira KM ITB untuk membuat video semua himpunan, dan kebetulan aku dapet bagian timur jauh. Kami makin dekat dan aku mulai berani minta dicariin cowok anak tambang, dengan sok nya abang nanya-nanya kriteria aku. Ternyataaaaa…… bukannya nyariin cowok lain, dia malah berusaha masuk ke kriteria itu. Hmm
Makin sering main bareng, ke dufan, karaoke bareng (sama Deka juga, temen farmasi aku), nonton bioskop, nonton konser dikampus, dan sok sok an belajar bareng padahal dia modus doang. Belajar bareng apaan coba ya orang beda jurusan. Ppfft aaaah tapi kusuka



Dufan, 11 Januari 2012



Fase Pacaran

Setelah kenal sekitar 2-3 bulan, kami memutuskan untuk memulai dengan hubungan pacaran, tepatnya tanggal 12 Maret 2012. Aku lupa gimana pacaran kami, tapi ya biasa aja kyk pacaran pada umumnya, main, nonton, makan bareng, liburan bareng ke Karimun Jawa, ke Semarang. Tapi paling hobi ya itu nonton bioskop bisa kali tiap weekend nonton.
Walopun jarang berantem pada awalnya (masa sih?), akhirnya kami bertemu pada titik dimana setiap ketemu berantem. Huftt ga tahan godaan, kami sempat putus……….. sekitar 24 jam atau 12 jam atau sekitar 8 jam hmm……. Anak galau.


12 Maret 2013, Pacaran 1 tahun


12 Maret 2014, Pacaran 2 tahun


1 tahun, 2 tahun, 3 tahun………………… dan kami merasa lelah dan basi, dan capek, dan takut menumpuk dosa yang semakin banyak. Karna pacaran aja itu udah termasuk dosa kan. Belum lagi diitung kalau jalan berdua, ga sengaja pegang tangan juga. Ga tahan bayanginnya!
Akhirnya …………………….. kami siap bilang orangtua untuk menikah.


Menikah?

Akhir tahun 2014 kami mulai memberikan spoiler kepada keluarga mengenai rencana kami untuk menikah. Responnya? Mayan lah. Agak berjuang untuk mempertahankan prinsip untuk nikah muda dalam lingkungan keluarga dimana kami jadi anak pertama. Mulai dari minta nikah akhir tahun 2014, dan April 2015 hasilnya dua keluarga masih belum sreg dengan bulan tersebut. Sampai akhirnya kami sendiri yang ‘keukeuh’ mau nikah tahun 2015. Sampai akhirnya kami cari tanggal 12 di tahun 2015 yang jatuh hari sabtu atau minggu. Kenapa tanggal 12? Karna kami jadian tanggal 12, abang lahir tanggal 12, dan aku juga. Secara ga sadar, ternyata tanggal wisuda kita pun tanggal 12 walopun wisuda di bulan yang berbeda !  Yuhuuu. Makanya kami cari tanggal 12 untuk tanggal menikah. Didapatlah beberapa opsi, yaitu 12 April, 12 Juli dan 12 September. Diskusi sana sini masing-masing keluarga, akhirnya kami sepakat untuk di tanggal 12 September 2015.


Khitbah, dan Lamaran

Tanggal 29 Maret 2015, abang kerumah dan menyampaikan maksud tujuannya. walopun sempet ada kalimat “Kamu ini, terlalu inisiatif, padahal kan saya (ayah) belum tanya kapan kamu mau nikahin anak saya.” Jleb! Tapi yaa bismillah karna mau menjalankan sunnah Rasul yaitu menikah akhirnya ayah menyetujui untuk abang membawa keluarganya kerumah.
Tanggal 3 April 2015, keluarga inti abang (papa, mama, Ditto dan abang) berkunjung kerumah dengan maksud melamar. Ini lamaran ya, bukan tunangan jadi kami gaada prosesi tuker cincin, dsb. Disitu dibahas mengenai kami, mulai dari umur pacaran kami yang sudah cukup lama, umur kami yang sudah cukup (info juga orangtua kami menikah di sekitar umur yang sama seperti kami saat ini), tanggal pernikahan, dan tanggal untuk keluarga kami membalas kunjungan ke Semarang.
Akhir bulan April, keluarga bandung berkunjung ke Semarang, dan pada acara itu dibahas keseluruhan acara secara detail, konsep di Bandung, dan konsep ngunduh mantu di Semarang. Kami memutuskan untuk menggunakan tema modern saat resepsi di Bandung, dan adat jawa saat acara ngunduh mantu di Semarang.





Wedding Day

12 September 2015 merupakan acara akad nikah dan resepsi kami di Bandung, 
dan tanggal 24 September 2015 acara ngunduh mantu di Semarang.

Akad Nikah, 12 September 2015

Resepsi Bandung, 12 September 2015

Ngunduh Mantu, 24 September 2015






Tidak ada komentar:

Posting Komentar