memendam, mengerang, teriakan setiap sentuhan nama yang menyerang setiap saraf di ragaku. tak hanya satu nama. terjadi keangkuhan diri salam setiap ucapan yang kusebut dia. apa yang aku cari. apa yang kini aku nikmati. tak pernah berujung dengan ucapan yang sama
kulihat diriku di genangan air tak berwarna. tak ada yang salah. wujud yang angkuh, dengan senyum licik penuh ambisi seperti biasa.
kurasakan hal yang lain, ketika ucapku meninggi, ada sebuah alasan yang tak pernah ingin kuumbar. jiwaku yang lain hanya ingin merasa kebenaran. tapi apa daya, sisi lain dalam jiwa ini muncul. sosok lain yang tak hanya merasa benar. tak hanya merasa menang. aku takut, aku takut. aku takut kalah.
menghindar ketika kau berusaha ucapkan pisah, tak sanggup. gejolak dalam raga ini tak dapat dipungkiri dengan munculnya kata yang jauh jauh kubuang, jauh jauh kulepas dari pendengaran. tak kuharap kau akan berucap. jangan pernah, jangan pernah kau ucap. aku takut. aku takut tak mampu. aku takut karna aku tak akan pernah mampu.
23 Juli 2012
sampai waktu
dalam bulan ini. nafsu berusaha kuatur, begitu pun amarah dalam hati. harusnya ya memang bukan hanya dalam bulan tertentu, tapi entah mengapa kebiasaan manusia ya begini. apa hanya aku saja? entahlah.
tak berbeda dengan hubungan kami, berusaha diatur dengan memberi jarak yang cukup.
hari pertama puasa, sudah kuhabiskan berdua yaa dengan kamu, buka puasa, tarawih hingga sahur kami jalani bersama. ini bukan dalam artian benar-benar menghabiskan waktu bersama, tapii yaaa karna kegiatan kampus yang memaksa kami bertahan hingga waktu sahur.
rasanya? aku menikmati saat saat itu, bersama kamu. entah mengapa aku nyaman, aku suka.
solat tarawih dengan kamu sebagai imam, ahyaa akankah ini berakhir sampai kita menjadi halal? kuharap begitu. tetaplah bertahan dengan aku, tetaplah disampingku, sampai waktu.
tak berbeda dengan hubungan kami, berusaha diatur dengan memberi jarak yang cukup.
hari pertama puasa, sudah kuhabiskan berdua yaa dengan kamu, buka puasa, tarawih hingga sahur kami jalani bersama. ini bukan dalam artian benar-benar menghabiskan waktu bersama, tapii yaaa karna kegiatan kampus yang memaksa kami bertahan hingga waktu sahur.
rasanya? aku menikmati saat saat itu, bersama kamu. entah mengapa aku nyaman, aku suka.
solat tarawih dengan kamu sebagai imam, ahyaa akankah ini berakhir sampai kita menjadi halal? kuharap begitu. tetaplah bertahan dengan aku, tetaplah disampingku, sampai waktu.
15 Juli 2012
batasan diri
awalnya tak pernah sedikit pun memikirkan tentang jarak dan batasan yang akan ada. awalnya selalu berusaha lebih mengerti. "mungkin aku yg salah" "mungkin aku yg berlebihan" "mungkin aku yg terlalu egois" ah bosan dengan smua kata-kata naif itu.
dalam cinta, akan ada satu yang cenderung merasa senang dan ada satu pihak yang selalu merasa kecewa. benarkah?
tak mengerti dengan jawaban-jawaban yang ada. aku pikir kini, komitmen bersama memang sulit untuk dicapai jika dalam diri masih ada hambatan. satu hal yang aku tau, aku berusaha mengubah, bukan berusaha mengelak dan mencari yang sesuai dengan apa yg diharap. benarkan aku seperti itu? ah yaaa. entahlah. jelasnya, aku muak dengan batasan dan kenaifan ini.
dalam cinta, akan ada satu yang cenderung merasa senang dan ada satu pihak yang selalu merasa kecewa. benarkah?
tak mengerti dengan jawaban-jawaban yang ada. aku pikir kini, komitmen bersama memang sulit untuk dicapai jika dalam diri masih ada hambatan. satu hal yang aku tau, aku berusaha mengubah, bukan berusaha mengelak dan mencari yang sesuai dengan apa yg diharap. benarkan aku seperti itu? ah yaaa. entahlah. jelasnya, aku muak dengan batasan dan kenaifan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)