bosan! muak ingin kutinggalkan semua yang telah kutulis erat dengan pulpen tak berwarna
aku bukan manusia tak punya angan tak punya cita!! jelaslah sudah semua yang kulalui
tak ada rasa bersalah, tak ada muka malu ditunjukkan dalam hadapku
jika tak ingin dan tak siap untuk berbagi segala, tak perlu lah kau memberi janji setinggi angan sesuai cita
jika benar adanya ingin kau musnah, lakukan!!
satu kalimat pendek mungkin mengubah segala bagian hidup. aku memang yang tak pernah konsisten, berdiri teguh dengan segala prinsip dan jawaban yang aku punya
dulu, aku rasa semua berwarna dan indah untuk selalu ku pandang ke depan
semakin aku memasuki, semakin aku mengenal, jiwa suci itu perlahan hilang dan tak pernah lagi ku kenal, selalu dan selalu aku berharap akan kembalinya dia yang selalu menjaga, melindungi,dan mendekap setiap rintihan jiwaku
aku ingin kau pergi! bukan, bukaan dalam kehidupan ini, tapi dalam hatiku yang terlalu sering kau robek, kau koyak hingga hancur harus kubeli baru
komitmen yaaa komitmen!! tak perlu lagi komitmen itu, aku terllau jenuh tuk berharap, aku terlalu murka tuk menunggu. aku bukan gadis cilik penjual batuan yang selalu kau carii asalnya
aku jiwa yang hidup, tak merasa kesepian kah kau selalu ditemani batuan-batuan mati yang kekal tak akan pernah kembali
aku tak butuh kau, jiwa lain yang lebih indah mungkin akan lebih memahamiku saat ini.
walaupun kini perih kurasa...........
26 November 2011
24 November 2011
terkadang
bicara soal hati dan perasaan
terlalu banyak lagu sendu, terlalu banyak ke-galau-an trend masa kini kulalui
mungkin air mataku terlalu mahal untuk kuhabiskan, aku buang-buang percuma untuk sebuah ketidakpastian jawaban
tak ada lagi dendam menyelimuti setiap harinya, aku yang terlalu bebas atau mungkin membebaskan diri sungguh tak berharap akan keadaan mendekap seperti ini
lelah, ku berlari, mengejar jiwa yang tak kunjung menemukan jati dirinya
rasa yang terlanjur kulepas, kubiarkan bebas menari bersama angin dan desiran suara-suara merdu yang memenuhi hati
keinginan untuk melalui gelombang ombak bersama musnah, hilang bersama ribuan kata singkat dalam telepon genggam
namanya tak lagi muncul, sesal! satu kalimat itu membawaku dalam keadaan ini! teriakkuu akan semua kebodoha
mungkin yah terlalu gegabah , merasa diri mandiri dan dewasa diantara ribuan bocah taman kanak-kanak
ingin kuraih kembali semua cerita itu, hanya cerita, hanya sebuah kenangan!! sadarkah aku, keseimbangan yang harusnya didapat.
secara perlahan muncul, logika pun berjalan, aku yang terlalu rendah atau dia yang terlalu sulit kuraih. semua proses mulai kujalani diawal, ingin kuhidupkan kembali jiwa yang mati itu. mulai kusiram kini dari sumbernya
terlalu banyak lagu sendu, terlalu banyak ke-galau-an trend masa kini kulalui
mungkin air mataku terlalu mahal untuk kuhabiskan, aku buang-buang percuma untuk sebuah ketidakpastian jawaban
tak ada lagi dendam menyelimuti setiap harinya, aku yang terlalu bebas atau mungkin membebaskan diri sungguh tak berharap akan keadaan mendekap seperti ini
lelah, ku berlari, mengejar jiwa yang tak kunjung menemukan jati dirinya
rasa yang terlanjur kulepas, kubiarkan bebas menari bersama angin dan desiran suara-suara merdu yang memenuhi hati
keinginan untuk melalui gelombang ombak bersama musnah, hilang bersama ribuan kata singkat dalam telepon genggam
namanya tak lagi muncul, sesal! satu kalimat itu membawaku dalam keadaan ini! teriakkuu akan semua kebodoha
mungkin yah terlalu gegabah , merasa diri mandiri dan dewasa diantara ribuan bocah taman kanak-kanak
ingin kuraih kembali semua cerita itu, hanya cerita, hanya sebuah kenangan!! sadarkah aku, keseimbangan yang harusnya didapat.
secara perlahan muncul, logika pun berjalan, aku yang terlalu rendah atau dia yang terlalu sulit kuraih. semua proses mulai kujalani diawal, ingin kuhidupkan kembali jiwa yang mati itu. mulai kusiram kini dari sumbernya
ini diriku
sepertinya terlalu banyak penyesalan selama ini. terkadang ego pun merasa ini bukan diriku yang sebenarnya. jiwa yang hilang, tenggelam, bersama tuntutaan untuk menjadi lebih dewasa..
aku belajar dengan tekad kuat dan menjadi lebih tegar, ilmu ku pun semakin meningkat, dari secuil pasir tak berguna aku terus tumbuh dan menjadi semakin berilmu, berkembang menjadi kerikil hingga menjadi batuan dengan bongkah besar yang jelas lebih memiliki nilai.
segala macam bentuk kehidupan sudah mulai kulalui, dengan terengah-engah ku menjalani berjuta cobaan dan berusaha tetap memandang ke depan dengan ribuan tatap mata merendah
inikah diriku? aku berjalan seolah tak ada hlangan, menjadi merasa yang terdepan dan paling sempurna
sesombong inikah aku??
dalam ruang sunyi, dan kosong aku mulai berani berbagi cerita, kepada siapa? entah lah, desir angin saat ini mungkin yang menemani semua ceritaku yang kumulai dalam bisu
aku dengan segala keangkuhan mulai menunduk, malu, tak hentinya aku menyesali semua ini, terlambat!! suara nyaring jelas kudengar
tak pernah ada kata terlambat! jiwaku yang lain berontak memberi suara. kekuatan, aku butuh kekuatan, aku butuh jiwa yang lebih berani
yang aku tahi kini, aku bukanlah lagi secuil pasir, mudah terbawa angin dan terlalu rendah tuk dianggap, aku adalah seonggok batu besar yang memiliki nilai, semua ingin kusentuh, semua ingin merasakan hangatnya dekapan, dan ketegaran jiwa ini.
tapi aku?????????? aku muak! aku murka!! ingin kuhentikan semua sandiwara tak bermutu ini
terlambat! aku sudah memulai dan tak ada waktu kembali berpaling
jiwa dan mentalku terlalu jantan untuk mengakui aku lelah dan tak sanggup lagi berperang
semua yang ada padaku inilah aku sekarang
kalian semua yang bantu aku membentuk
aku memang tak sempurna, sungguh seonggok batu yang tak proporsional, namun dengan ketidaksempurnaannya itu lebih terlihat unik, anggun ,dan jauh lebih mempesona dibanding batuan lain yang biasa.
aku tidak mudah untuk kau hancurkan, aku terlalu keras dan terlalu tegar untuk itu
jangan pernah kau menganggapku sama, lihatlah sekeliling, INI AKU!
aku belajar dengan tekad kuat dan menjadi lebih tegar, ilmu ku pun semakin meningkat, dari secuil pasir tak berguna aku terus tumbuh dan menjadi semakin berilmu, berkembang menjadi kerikil hingga menjadi batuan dengan bongkah besar yang jelas lebih memiliki nilai.
segala macam bentuk kehidupan sudah mulai kulalui, dengan terengah-engah ku menjalani berjuta cobaan dan berusaha tetap memandang ke depan dengan ribuan tatap mata merendah
inikah diriku? aku berjalan seolah tak ada hlangan, menjadi merasa yang terdepan dan paling sempurna
sesombong inikah aku??
dalam ruang sunyi, dan kosong aku mulai berani berbagi cerita, kepada siapa? entah lah, desir angin saat ini mungkin yang menemani semua ceritaku yang kumulai dalam bisu
aku dengan segala keangkuhan mulai menunduk, malu, tak hentinya aku menyesali semua ini, terlambat!! suara nyaring jelas kudengar
tak pernah ada kata terlambat! jiwaku yang lain berontak memberi suara. kekuatan, aku butuh kekuatan, aku butuh jiwa yang lebih berani
yang aku tahi kini, aku bukanlah lagi secuil pasir, mudah terbawa angin dan terlalu rendah tuk dianggap, aku adalah seonggok batu besar yang memiliki nilai, semua ingin kusentuh, semua ingin merasakan hangatnya dekapan, dan ketegaran jiwa ini.
tapi aku?????????? aku muak! aku murka!! ingin kuhentikan semua sandiwara tak bermutu ini
terlambat! aku sudah memulai dan tak ada waktu kembali berpaling
jiwa dan mentalku terlalu jantan untuk mengakui aku lelah dan tak sanggup lagi berperang
semua yang ada padaku inilah aku sekarang
kalian semua yang bantu aku membentuk
aku memang tak sempurna, sungguh seonggok batu yang tak proporsional, namun dengan ketidaksempurnaannya itu lebih terlihat unik, anggun ,dan jauh lebih mempesona dibanding batuan lain yang biasa.
aku tidak mudah untuk kau hancurkan, aku terlalu keras dan terlalu tegar untuk itu
jangan pernah kau menganggapku sama, lihatlah sekeliling, INI AKU!
Langganan:
Postingan (Atom)