23 Juli 2012

keangkuhan

memendam,  mengerang, teriakan setiap sentuhan nama yang menyerang setiap saraf di ragaku. tak hanya satu nama. terjadi keangkuhan diri salam setiap ucapan yang kusebut dia. apa yang aku cari. apa yang kini aku nikmati. tak pernah berujung dengan ucapan yang sama
kulihat diriku di genangan air tak berwarna. tak ada yang salah. wujud yang angkuh, dengan senyum licik penuh ambisi seperti biasa.
kurasakan hal yang lain, ketika ucapku meninggi, ada sebuah alasan yang tak pernah ingin kuumbar. jiwaku yang lain hanya ingin merasa kebenaran. tapi apa daya, sisi lain dalam jiwa ini muncul. sosok lain yang tak hanya merasa benar. tak hanya merasa menang. aku takut, aku takut. aku takut kalah.
menghindar ketika kau berusaha ucapkan pisah, tak sanggup. gejolak dalam raga ini tak dapat dipungkiri dengan munculnya kata yang jauh jauh kubuang, jauh jauh kulepas dari pendengaran. tak kuharap kau akan berucap. jangan pernah, jangan pernah kau ucap. aku takut. aku takut tak mampu. aku takut karna aku tak akan pernah mampu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar